Selamat Datang Teman

Minggu, 12 Agustus 2012

Bolehkah Aku Memelukmu?

Bolehkah aku memelukmu?
Sejenak merasakan hangat dekapmu, aku menggigil oleh tatapan-tatapan dingin mereka.
Sekejap membenamkan wajahku di dadamu, air mata ini terlalu pemilih dalam menentukan muaranya.
Sehela mencicipi aroma tubuhmu, aku gunakan sebagai penahan sakit yang ditorehkan realita.
Sedetik mendengarkan detakmu, samarkan resah yang mewujud curiga.
Bolehkah aku memelukmu?
Ini bukan rindu. Lebih dari itu.

Jumat, 11 Mei 2012

November

November

aku membingkaimu dalam November

November yang hangat
November dalam balutan rintik hujan
November yang dipenuhi pujianmu

aku membingkaimu pada bulan November
November yang sesak dengan senyum serta tawamu
November tersanjung puisimu
November yang nyaman dalam peluk malam
November yang sibuk namun melegakan ..

aku mengukirmu dalam November
November semburat jingga,biru dan orange
November yang jauh dari abu-abu dan ungu
November yang menghadirkan semangat dan ke-ada-an

aku menyimpanmu dalam November
November yang menyatukan kesamaan isi kepala
November yang merindukan tentang nyaman
November dalam satu

aku mengingatmu dalam November
November yang tak lama harus berlalu berganti desember ..
yang tak hanya sekedar aku kenang
pun aku kecup indahnya

maka beruntunglah kau hadir di November
November yang kini samar-samar kembali ku kenang
merengkuh lagi keyakinan
dulu pernah ada cinta di sana
dulu rindu mengisi ruang

dulu, dulu dalam November...

sayang, aku mengenangmu dalam November..

Rabu, 22 Februari 2012

Hambar

Hambar
(Rabu, 22 February 2012 – 23.10 )

kurasa hangat perlu selimuti tubuhku
secangkir teh manis hangat saran yang baik..
kuseduh dengan air panas..
kubiarkan asapnya menggumpal lalu berurai di udara
dan aroma teh samar menari-nari di penciumanku…
kurasa aku bisa damai dengan memutar-mutar cangkir ini
kuruapi makna di sini..
ada banyak harap..
tapi entah mengapa saat ini..
teh hangatku hambar..
rasa gula dan pahit dan asamnya bias..
tak ada makna, tak ada kesan, tak ada gairah seperti yang sebelumnya..
tak sentuh lidah, tak pula sampai hati..
tak seperti biasanya..
mungkin ku jenuh..
atau aku tak jujur atau dia teh ini yang tak jujur padaku..
bisa jadi aku ada dendam, atau penuh dengan kepura-puraan
tak tulus untuk menerima isi cangkir ini apa adanya..
terkadang aku membandingkan dengan yang lain..
berbeda dengan nuansa sebelumnya..
kurasa hambar..
entah mengapa ketika harapku besar..

[[end]]

Sabtu, 28 Januari 2012

Sayang

January 28th, 2012 by Wahyu Tyastono

Sayang..
Ini tentang kerinduanku waktu kita ngobrol berdua..
Ini tentang keresahanku untuk menemukan sosok yang mandiri, sederhana dan apa adanya
Ini tentang seseorang yang berucap jujur mengatakan apa yang ada dalam pikirannya
Dan itulah kau sayang..


Sayang,.
Aku tak akan bisa menulis banyak tentangmu
Kau bagiku adalah canda siang menjelang sore
Bahwa di sela himpitan gundah,
kau masih bisa menyelipkan tawa


Sayang,,,
Tahukah kau diam-diam aku nge-fans suaramu
Suara yang selalu menyanyikan lagu putus tak tuntas
Dan hanya mengambil bait secuil
Kurasa pencipta dan penyanyi lagu itu akan kecewa padamu
Karena kau gubah seenak maumu..


Sayang..
Ingatkah kau saat kita pertama bertemu
Aku masih ingat teh hangat buatanmu
kita duduk di kursi lincak
Dengan banyak cerita diantara kita


Sayang,,
Menyesalkah kau bertemu denganku?
Atau kau justru tersenyum dengan tingkah bodohku?
Sekali lagi klise, tapi sadarkan aku
Takdir dan jodoh hanya Dia yang tahu


Sayang,,
Diujung cerita kita
Kau masih sempat bertanya jalan seperti apa yang ingin aku lalui dan bagaimana..?
kau tahu aku di sini justru menunggumu disudut keputusasaan
Sudahlah neng, tak kuat hati aku melihatmu dengan orang lain

Namun terlalu pedih membayangkan siang jelang sore tanpamu di kursi sampingku
Tanpa gurauan, kata-kata manja, yang tak jarang kau mengeluh dibalik semangatmu
Tak ada lagi bait lagu-lagu sepotong yang merdu kau senandungkan
Otakku memang kecil tapi penuh kenangan tentangmu


Sayang..
Aku ingin tepati janjiku,
Aku tak ingin meratapimu dalam bingkai sedih dan muram
Kau adalah tawa, canda dan seharusnyalah kau ku kenang dengan cara itu


Aku berjanji..
Suatu saat kita akan bertemu lagi dan menyambung cerita..

Rabu, 25 Januari 2012

Merindukanmu .

Merindukanmu ..
January 25th, 2012 by Wahyu Tyastono

Malam ini terasa dingin..
Kurasa Sampai ke tulang memenuhi paru-paru..
~
Ku amati langit-langit kecilku
Berkhayal ke negeri jauh..
Mataku masih terjaga,, kutahu ada sesuatu
Yang menahanku memejamkan mata..

Dalam hati ini ada galau
Ingin ku teriak mungkin aku menggugat, kenapa..?
Rindu ini menyiksaku, sungguh amat menyiksaku
Semakin jauh semakin dalam..

Waktu berjalan pelan meninggalkanku
Malam seraya berkata ini sudah larut,,
Masih ditempat yang sama
Di relung yang kosong,,,

Ku tahu kau lelah,.
Mungkin kau bosan dengan waktu yang sama
Jangan dulu kau risau tentangku. 
Seperti janjiku, aku menunggumu di sini, Sayang.
Menjaga dan merajut mimipi kita

Selamat malam sayang..
Selamat tidur,,,  

Aku merindukanmu..
[[end]]