January 28th, 2012 by Wahyu Tyastono
Sayang..
Ini tentang kerinduanku waktu kita ngobrol berdua..
Ini tentang keresahanku untuk menemukan sosok yang mandiri, sederhana dan apa adanya
Ini tentang seseorang yang berucap jujur mengatakan apa yang ada dalam pikirannya
Dan itulah kau sayang..
Sayang,.
Aku tak akan bisa menulis banyak tentangmu
Kau bagiku adalah canda siang menjelang sore
Bahwa di sela himpitan gundah,
kau masih bisa menyelipkan tawa
Sayang,,,
Tahukah kau diam-diam aku nge-fans suaramu
Suara yang selalu menyanyikan lagu putus tak tuntas
Dan hanya mengambil bait secuil
Kurasa pencipta dan penyanyi lagu itu akan kecewa padamu
Karena kau gubah seenak maumu..
Sayang..
Ingatkah kau saat kita pertama bertemu
Aku masih ingat teh hangat buatanmu
kita duduk di kursi lincak
Dengan banyak cerita diantara kita
Sayang,,
Menyesalkah kau bertemu denganku?
Atau kau justru tersenyum dengan tingkah bodohku?
Sekali lagi klise, tapi sadarkan aku
Takdir dan jodoh hanya Dia yang tahu
Sayang,,
Diujung cerita kita
Kau masih sempat bertanya jalan seperti apa yang ingin aku lalui dan bagaimana..?
kau tahu aku di sini justru menunggumu disudut keputusasaan
Sudahlah neng, tak kuat hati aku melihatmu dengan orang lain
Namun terlalu pedih membayangkan siang jelang sore tanpamu di kursi sampingku
Tanpa gurauan, kata-kata manja, yang tak jarang kau mengeluh dibalik semangatmu
Tak ada lagi bait lagu-lagu sepotong yang merdu kau senandungkan
Otakku memang kecil tapi penuh kenangan tentangmu
Sayang..
Aku ingin tepati janjiku,
Aku tak ingin meratapimu dalam bingkai sedih dan muram
Kau adalah tawa, canda dan seharusnyalah kau ku kenang dengan cara itu
Aku berjanji..
Suatu saat kita akan bertemu lagi dan menyambung cerita..